Buku Seksualitas yang Berakibat NeGativE pada ReMajA

Kecenderungan remaja dalam pencarian jati diri, sering terjebak kearah penyimpangan. Dalam kondisi yang tak menentu atau kondisi bimbang, remaja biasanya sering melahap informasi tanpa disaring terlebih dahulu.Suasana remaja yang mudah mencoba hal-hal yang baru dalam proses pencarian jati diri sering menyatakan keinginan mencoba segala hal serta selalu mengikuti kecenderungan yang berlaku dalam kelompok sebaya.Disisi lain,maraknya media, salah satunya buku, yang membahas seksualitas secara vulgar berimplikasi terhadap nilai moral, kriminalitas, serta kekerasan seks yang dilakukan remaja.Hal itu sebenarya bukan hal baru. Buku-buku yang bertemakan seksualitas dan bahasa yang kurang pantaspun, telah banyak beredar bebas. Dan hal itu bukanlah hal yang tabu lagi dimata masyarakat. Namun, bukan semata-mata media seperti buku bertema seksualitas itu berpengaruh tidak baik,tapi lebih pada interpresentasi remaja dalam menyerpa informasi didalamnya.Tak hanya, itu, menurut saya,,buku seksualitas yang cenderung vulgar dalam membahas seksualitas akan menjadi inspirasi atau mampu untuk memberikan dorongan untuk melakukan explorasi seksual.Hal itu terjadi terutama pada remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dan suka coba-coba. Informasi yang didapat atau sejumlah pengetahuan yang didapat dari buku yang bertema seksualitas,biasanya akan mempengaruhi hasil penafsiran para remaja. Maka dari itu,sebaiknya para remaja harus memilah-milah dan selektif terhadap informasi yang menyangkut seksualitas,,dan mengambil nilai edukasinya saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: